Krisis listrik yang mengakibatkan pemadaman bergilir memaksa PLN Sultanbatara untuk mengambil langkah tegas. Mulai sekarang, seluruh pelanggan yang menyedot daya tinggi dilarang menggunakan listrik, salah satunya sarana hiburan terbesar di Asia Tenggara Trans Studio.

Juru bicara PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar, Edy Thamrin mengatakan, tidak beroperasinya listrik untuk Trans Studio dan beberapa pelanggan besar PLN di Makassar sangat membantu meminimalisir krisis listrik. Bila mereka tidak menggunakan listrik, energi yang bisa dihemat mencapai 45 Mega Watt (MW). "Jadi kami tekankan agar semua pelanggan besar kami untuk sementara menggunakan genset masing-masing termasuk Trans Studio," kata Edi Tamrin saat dikonfirmasi, kemarin.

Namun demikian, Edy Thamrin menampik pelarangan menggunakan listrik pada Trans Studio karena pusat hiburan yang berada di Tanjung Bunga ini memicu krisis listrik. Krisis listrik, kata Edi, terjadi karena sejumlah mesin pembangkit listrik mengalami kerusakan.
"PLN juga berkoordinasi ke Pemkot Makassar agar pengoperasian lampu jalan diminimalisir. Saat beban puncak, lampu jalan dimatikan," terangnya.
Parahnya pemadaman bergilir, lanjut Edi, terjadi karena beberapa mesin pembangkit listrik rusak dalam waktu yang hampir bersamaan. Misalnya kerusakan satu unit mesin listrik PT Energi Sengkang yang mengakibatkan hilangnya energi hingga 60 MW, kerusakan satu mesin PLTA Suppa dengan energi 1O MW dan kerusakan mesin di PLTU Tallo berkapasitas 16 MW.
"Devisit daya yang membengkak membuat pemadaman bergilir tidak bisa dihindari. Kalau saja tidak dilakukan, maka bisa terjadi pemadaman total," ujar Edy.
Edy mengatakan, PLN telah berupaya maksimal untuk melakukan perbaikan dan diharapkan bisa selesai secapatnya. Sejauh ini kondisi PLTA Suppa dinyatakan sudah normal, namun PLTG Sengkang dan PLTU Tallo masih dalam perbaikan.
Sembari dalam perbaikan, PLN juga mengeluarkan kebijakan agar seluruh mesin pembangkit listrik yang ada dioptimalkan, tak terkecuali mesin yang masuk dalam kategori rongsokan. "Ini perintah langsung GM (General Manager)," ungkapnya.
Selain itu, PLN juga merencanakan membuat hujan buatan di PLTA Bakaru untuk mengantisipasi kekeringan bendungan. Minggu ketiga Oktober, hujan buatan sudah dilakukan.
Edy menambahkan, penyewaan mesin pembangkit listrik terus dipayakan, mesin berkapasitas 20 MW tengah proses pemasangan di PLTU Tallo yang diperkirakan selesai Desember 2009. Kemudian di awal 2010, mesin berkapasitas 50 MW juga dipasang.
"Kami meminta maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman bergilir. Kami juga meminta kerjasamanya untuk menghemat listrik," tandasnya. (bkm)
ket foto : http://4.bp.blogspot.com/_0LyHLMnI9yA/SHxXy8j25lI/AAAAAAAAAag/hrDF-sWkdlY/s400/Trans+Studio+Makassar.jpg

Comments (0)